Standar Penyimpanan Drum Oli untuk Industri
Dalam industri pertambangan, manufaktur, pembangkit listrik, hingga armada dan alat berat, penyimpanan drum pelumas sering dianggap sebagai aktivitas pendukung. Padahal, cara menyimpan drum pelumas yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan penurunan kualitas oli, risiko keselamatan kerja, hingga kerugian operasional.
Sebagai world class lubricants, PanaOIL menekankan pentingnya penerapan best practices penyimpanan drum pelumas untuk menjaga performa produk sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan lingkungan.
Artikel ini membahas panduan praktis dan SEO-friendly terkait cara menyimpan drum pelumas yang benar, berdasarkan praktik industri yang telah teruji.
Mengapa Penyimpanan Drum Pelumas Sangat Penting?
Pelumas dirancang dengan formulasi presisi. Paparan panas berlebih, air, kontaminasi kimia, atau kelembapan tinggi dapat:
- Menurunkan stabilitas viskositas oli
- Mempercepat oksidasi pelumas
- Menyebabkan kontaminasi air dan partikel
- Meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan pencemaran lingkungan
Dengan sistem penyimpanan yang tepat, perusahaan dapat memperpanjang umur simpan pelumas, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan efisiensi operasional.
3 Jenis Penyimpanan Drum Pelumas
1. Indoor Storage (Penyimpanan Dalam Ruangan)
Penyimpanan drum pelumas di dalam gudang merupakan metode paling ideal, terutama untuk menjaga stabilitas kualitas produk.
Best practices Indoor Storage:
- Hindari paparan langsung sinar matahari dan air hujan
- Susun drum secara vertikal di atas alas kayu (pallet)
- Jauhkan drum dari bahan kimia berbahaya atau mudah terbakar
- Pastikan area bersih, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Metode ini sangat direkomendasikan untuk pelumas industri dengan kebutuhan kualitas tinggi dan penggunaan jangka panjang.



